Bagikan Berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Setibanya di Kalteng, satgas asap AGP langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang berada di semua rumah singgah.
Setibanya di Kalteng, satgas asap AGP langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang berada di semua rumah singgah.

ARIWARA; Palangkaraya – Artha Graha Peduli (AGP) menyalurkan bantuan kepada korban asap di Pulang Pisau dan Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, mulai Sabtu, 24 Oktober 2015. Setibanya di Banjarmasin dari Jakarta, kloter pertama Satgas Asap AGP langsung menuju Palangkaraya melalui jalan darat. “Kondisi di sini memprihantinkan. Susah bernapas, mata pun perih karena asap. Warga sangat membutuhkan bantuan,” kata Heka Hertanto, Ketua Tim Advance (Komandan Satgas) AGP Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap, setibanya di Kalteng (24/10).

Tim AGP langsung membantu Satgas Asap Kalteng dalam penyediaan personil dan logistik pada 10 rumah singgah. Mereka membawakan air purifier, masker N-95, obat tetes mata, dan oxycan yang sangat dibutuhkan warga. Terkait jumlah bantuan, tim AGP masih mendata kebutuhan warga.

“10 rumah singgah dengan 895 warga yang terdampak sangat butuh obat penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), masker, air purifier (alat penjernih udara), obat tetes mata, dan susu balita. Air purifier akan ditempatkan pada setiap rumah singgah agar udara di dalam rumah menjadi bersih dan sehat,” katanya.

Tim AGP membantu sesuai kebutuhan, termasuk menyiapkan helikopter dari Trans Wisata Prima Aviation (TWA), untuk membantu pemadaman api. AGP pun telah berkoordinasi dengan Komandan Satgas Tanggap Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Kalteng, Kolonel Arh Purwo Sudaryanto.

“Ini bentuk kepedulian kami. Dalam setiap musibah bencana yang terjadi, kami hadir membantu,” ujarnya. Selama ini, AGP telah terlibat dalam operasi cepat tanggap dan mitigasi bencana. Antara lain tsunami Aceh; gempa Yogya; erupsi Gunung Merapi, Kelud, dan Sinabung; serta longsor Wasior dan Tasikmalaya.

Kabut asap di Kalteng semakin pekat. Indeks pencemaran udara pun sudah pada level sangat berbahaya. Untuk mengatasi kekurangan oksigen, Pemprov Kalteng membagikan tabung ke rumah-rumah warga. Namun, Pemda tidak mempunyai persediaan tabung ukuran kecil (volume 500cc). Kebutuhan tabung oksigen mencapai 35 ribu tabung untuk masyarakat Kalteng di 14 kabupaten/kota.

Sehari sebelumnya, Jumat (23/10), Kolonel Arh Purwo Sudaryanto telah menyampaikan, tim AGP mendukung pihaknya dalam penanganan bencana dan korban asap di Kalteng, dengan bantuan personil dan logistik. “Kami sudah koordinasikan, personil-personil AGP bakal membantu rumah singgah yang telah disiapkan Korem di Kalteng,” ujar Danrem 0102 Tanjungpura ini di Jakarta.

Kebakaran lahan dan hutan di Kalteng mencapai 300.000 hektar. Hingga kini, api di beberapa tempat masih terlihat. Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), serta Seruyan. Selain itu, Taman Nasional Sebangau (TNS) di Kota Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan. (d1)

Sumber: Harian Pontianak Post

Bagikan Berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Berita Populer

Berita Terbaru