Bagikan Berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ARIWARA; Pontianak – Pengurus PSMTI Kalimantan Barat merayakan Duan Wu Jie dengan makan  Bak Cang dan Kwe Cang bersama di kantor sekretariat, Gg Gajahmada 18 No.9, Jl Gajahmada, Pontianak, Minggu, 13 Juni 2021.

Perayaan dihadiri Ketua PSMTI Kalbar Yo Nguan Cua, Wakil Ketua Dr Andy Kurniawan Bong BE MBA, Wakil Ketua Heng Liang An, Sekretaris Marius Eddy Susanto, Bendahara Lie Liu Cin, Ketua Bidang Sosial Kong Djin Cong, Wakil Ketua, Ketua Bidang Seni dan Budaya Tai Djin Hok, dan Anggota Bidang Seni dan Budaya Lauw Lie Khiang. Kegiatan juga diikuti 15 murid bahasa Mandarin binaan PSMTI Kalbar dengan ketua kelasnya Lim Hui Kiau.

Perayaan Duan Wu merupakan tradisi turun menurun mengenang dan menghargai Qu Yuan, Menteri Besar pada zaman perang 403 SM – 231 SM. Qu Yuan sangat loyal terhadap Kerajaan Chu termasuk Raja Cho Hwai Ong. Pada zaman itu, Menteri Besar Qu Yuan berhasil menyatukan 6 dari 7 negeri di bawah kekuasaan Kerajaan Chu. Prestasi ini justru membuat iri para menteri lain dan Qu Yuan difitnah.

Qu Yuan dibuang ke daerah danau Tong Ting, dekat Sungai Miluo (sekarang Yunan, China). Di tempat pengasingannya itu, Qu Yuan mendengar kabar 6 negeri yang ditaklukkannya kini telah jatuh ke tangan Negeri Qin. Setelah dirundung kebimbangan dan kesedihan, ia memutuskan menjadikan dirinya yang telah tua menjadi tugu peringatan bagi rakyatnya.

Ketika itu kebetulan bertepatan hari suci Duan Wu, Qu Yuan mendayung perahunya ke tengah sungai Mi Luo. Lalu ia menyanyikan sajak ciptaannya yang telah dikenal rakyat, yang mencurahkan rasa cinta tanah air dan rakyatnya. Rakyat banyak tertegun mendengar semuanya itu.

Saat sampai ke tempat yang jauh dari kerumunan orang, ia melompat ke dalam sungai yang dalam dan deras alirannya. Persis pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek. Beberapa orang segera berusaha menolongnya, tetapi hasilnya nihil, jenazahnya tidak diketemukan.

Seharian, seorang nelayan, teman Qu Yuan, menggunakan perahu-perahu kecil mengerahkan rekan-rekannya untuk mencari, tapi hasilnya sia-sia belaka. Kejadian mencari jasad Menteri Besar Qu Yuan itulah dimasa sekarang diperingati dibeberapa negara dengan perlombaan Perahu Naga dan mandi Duan Wu.

Tidak ditemukannya jasad Qu Yuan membuat rakyat yang mencintainya cemas. Kaum perempuan waktu itu membuat Bak Cang atau Kwe Cang, terbuat dari nasi atau beras yang dibungkus daun. Bak Cang itu lalu ditebar ke dalam Sungai Miluo. Tujuannya kalau ikan dan naga yang diyakini menghuni Sungai Mi Luo kekenyangan, tentu tidak mau lagi memakan jasad Qu Yuan. Makanya pada Perayaan Duan Wu, sering disertai dengan menyantap bersama Bak Cang atau Kwe Cang.

Peristiwa Menteri Qu Yuan terjun ke Sungai Miluo bertepatan Hari Raya Duan Wu juga disebut Twan Yang. “Twan” berarti lurus, terkemuka, terang, yang menjadi pokok atau sumber, dan “Yang” artinya sifat positif atau matahari. Jadi Twan Yang ialah saat matahari memancarkan cahaya paling keras. Hari Raya ini dinamai pula Duan Wu. “Wu” artinya saat antara jam 11.00 sampai dengan 13.00 siang. (red)

Bagikan Berita

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Berita Populer

Berita Terbaru